Inilah Respository Menurut Ahli

Saat ini sudah banyak kampus yang melakukan peningkatan sistem pada perpustakaan mereka, dimana setiap mahasiswa yang membutuhkan info data maupun tulisan bisa mendapatkannya tanpa harus pergi ke perpustakaan. Sistem ini bernama respository, dimana respositori ini akan menyimpan banyak data dan menyuguhkannya dalam bentuk digital.

repository.unj.ac.id

Menanggapi hal ini, banyak para ahli yang memberikan penjelasan yang berbeda-beda. Agar anda lebih paham apa saja penjelasan dari para ahli, berikut ini beberapa rangkumannya.

  1. Menurut Hasugian (2012:1)

Secara simpel respositori merupakan tempat untuk menyimpan, dimana hal yang disimpan pada konteks ini adalah data digital. Bagi seorang pustakawan respositori ini merupakan tempat untuk menyimpan tulisan, info maupun data agar bisa terpelihara dan bisa digunakan secara bebas.

Dokumen yang disimpan pun bisa berupa literatur maupun dokumen khas, yang mana dokumen tersebut sulit untuk didapatkan di pasaran. Selain itu dokumen juga bisa berupa hasul dari institusi ataupun pemerintah, dan banyak orang menyebut hal ini sebagai local content.

  1. Menurut Pendit (2008:137)

Respositori ini merupakan perubahan metode, dimana konten tulisan dipindah ke bentuk data digital yang nantinya data digital bisa terjaga dan dilestarikan. Adapun hasil karya merupakan hasil dari komunitas maupun karya komunitas tertentu.

Sedangkan cakupan yang disimpan dalam respositori ini tak dibatasi e print saja, namun literatur, bahan pengajaran, arsip, administrasi ataupun data penelitian. Dimana seluruh data yang masuk kedalam respositori ini akan bisa digunakan oleh pembaca.

Di UNJ sendiri, respositori ini juga sudah digunakan untuk menyimpan banyak data. Dimana data-data ini seperti hasil tulisan mahasiswa atau skripsi dan data-data lainnya. Dari sini mahasiswa bisa membuat hasil tulisan yang lebih baik lagi, dengan membandingkan dengan hasil karya alumni sebelumnya.

Dari penjelasan diatas, bisa diambil kesimpulan bahwa respository ini merupakan media untuk mengubah dokumen dalam bentuk tulisan menjadi konten digital. Sehingga data yang dihasilkan bisa terawat dengan maksimal, dan pembaca pun bisa dengan mudah mendapatkan tulisan yang diinginkannya.