Manfaat Dan Keuntungan Membaca Manga

Salah satu hobi yang banyak kami temui di penduduk pengguna internet adalah anime dan manga. sebutan bagi mereka yang hobi melihat anime dan membaca manga adalah “Otaku”, tentu saja banyak sekali otaku di Indonesia, buktinya adalah banyaknya situs-situs anime dan manga yang benar-benar terkenal di Indonesia.

mangadop

Mangadop merupakan sebuah bahan bacaan yang luar biasa seru. Bila letih membaca buku pelajaran, manga atau biasa kami menyebutnya sebagai komik Jepang merupakan bacaan yang sanggup kalian pilih. Dengan jalur cerita dan gambar yang menarik, manga kudu diakui menjadi buku bacaan kudu sebagian orang.

manfaat dan keuntungan membaca manga :

1.Sebagai Bahan Hiburan

  1. Mendapatkan Inspirasi dan Pembelajaran
  2. Seni dan Kreatifitas
  3. Mengetahui Budaya Jepang
  4. Sedikit Belajar Bahasa Jepang
  5. Menemukan Banyak Teman Online Sesama Fans

Manga miliki banyak genre yang membicarakan bermacam style topik dan tema.

Beberapa genre manga yang lazim ditemukan di antaranya adalah aksi, misteri, pertualangan, percintaan, komedi, slice of life (cerita komedi yang mengisahkan kehidupan sehari-hari karakter), fiksi sains (science fiction), fantasi, gender bender (genre yang menceritakan kehidupan seseorang yang mengenakan baju lawan style atau beralih menjadi lawan jenisnya), historis, harem (kisah percintaan yang menceritakan kehidupan seorang pria yang dikelilingi oleh sebagian wanita)

Sejak tahun 1990-an, Manga terasa menarik perhatian pecinta di Indonesia bersama manga seperti Candy Candy, Doraemon, Dragon Ball, Kungfu Boy dan lain sebagainya. Kepopuleran  manga di Indonesia terhitung diikuti oleh negara-negara Asia lain seperti Hongkong, Taiwan, Malaysia dan Korea. Selain di Asia, manga terhitung merabah sampai pasar Amerika Serikat.Dunia komik di Indonesia tetap sanggup dibilang di kuasai oleh manga, budaya Jepang tersebut benar-benar berkembang cepat di bermacam belahan duniaPadahal jenis desain karakter komik di Indonesi sangatlah banyak dan tidak kalah bersama desain luar.

Contohnya seperti Gundala Putra Petir (1969), Kalong (1972), Sembrani (1974), dan lain sebagainya. Pada pertumbuhan komik Indonesia tetap kurang di dalam mengimbuhkan perhatian terhadap desain karakternya. Desain karakter tetap identik bersama tergoda oleh jenis Manga ataupun desain luar.