Perbedaan Konjungsi Temporal Sederajat dan Bertingkat

Apabila saat ini anda membutuhkan informasi tentang perbedaan tentang konjungsi temporal sederajat dan bertingkat maka silahkan kunjungi web ini rumus.co.id atau simak penjelasan ini sampai selesai. Apabila anda seorang yang bergelut dalam bidang tulis menulis pastinya sudah paham yang namanya konjungsi temporal. Konjungsi temporal merupakan sebuah kata hubung yang harus ada dalam sebuah kalimat agar enak dibaca dan dipahami oleh pembacanya.

rumus.co.id

Kata hubung ini sangat dibutuhkan demi sebuah kalimat yang sesuai dengan EYD. Seiring pentingnya kata hubung ini maka anda harus tahu jenis jenis kata hubung dan beberapa perbedaannya. Kita ketahui bersama kalau kata hubung ini memiliki dua jenis yaitu temporal sederajat dan bertingkat.

Ketika anda membuat sebuah kalimat maka anda harus menggunakan kata hubung agar kalimat bisa urut sesuai kronologisnya. Kata hubung ini biasanya digunakan untuk menghubungkan waktu. Selain mengacu pada sebuah waktu maka kata hubung ini digunakan sebagai saran kohesi sebuah teks.

Kalimat yang memiliki kohesi sangat penting agar setiap unsurnya ketika disambungkan akan tetap serasi dan mudah dipahami. Konjungsi in biasanya akan menghubungkan dua peristiwa yaitu menghubungkan dua hal yang sederajat dan dua bagian kalimat yang bertingkat.

Perbedaan konjungsi temporal sederajat dengan konjungsi temporal bertingkat

  • Konjungsi temporal sederajat

Kalimat penghubung ini biasanya digunakan untuk sebuah kalimat majemuk sederajat. Kata hubung ini tidak boleh diletakkan pada awal kalimat dan di akhir kalimat. Contoh kata hubung sederajat seperti : sesudahnya, sebelumnya, selanjutnya, lalu, kemudian. Contoh kalimatnya seperti :

  • Mereka lalu pergi ke lapangan
  • Desi menyapu halaman, kemudian dia menyiran bunga
  • Naqib sedang mengerjakan PR, sesudahnya dia bermain bola dengan teman-temannya
  • Konjungsi temporal bertingkat

Kata hubung bertingkat ini memiliki kedudukan yang bertingkat atau tidak sederajat. Kata ini biasanya digunakan pada kalimat majemuk dan bisa diletakkan pada semua tempat (awal kalimat, tengah, dan di akhir kalimat). Contoh kata hubung bertingkat seperti : demi, hingga, bila, apabila, semenjak dan masih banyak lagi. Contoh kalimatnya :

  • Naja akan dibelikan sepeda baru apabila dia berhasil mendapatkan nilai bagus
  • Semenjak dia menikah dengan Angga, kehidupannya menjadi lebih mapan dan bahagia

Demikianlah penjelasan singkat mengenai perbedaan kata hubung sederajat dan kata hubung bertingkat. Semoga penjelasan ini bermanfaat dan menambah wawasan anda dalam menyusun kalimat yang enak dibaca dan mudah dipahami.